PENYULUH GOES TO SCHOOL
Kegiatan Penyuluhan Agama yang dilakukan oleh Penyuluh baik yang PNS dan Non PNS KUA Kec. Kebayoran Lama kepada siswa / siswi sekolah menengah tingkat atas bekerja sama dengan Puskesmas Kec. Kebayoran Lama dalam rangka pembinaan mental spiritual dan kesehatan remaja agar tercipta generasi muda yang sehat jasmani dan rohani.
Acara ini terinspirasi dari keprihatinan kita akan kondisi zaman sekarang yang sudah semakin cepat perubahannya baik gaya hidup, sosial, budaya, komunikasi, dll yang berdampak luas bagi sisi kehidupan masyarakat ada yang positif dan negatif.
Generasi muda millennial sebutan generasi remaja jaman now, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1980 - 2000, generasi muda yang masa kini berusia 15 - 34 tahun.Yang ditandai oleh akrab dunia digital, internet, dan punya akun medsos, lebih suka memilih smart phone daripada TV konvensional, lebih suka membaca e-book daripada baca buku konvensional, lebih melek teknologi informasi daripada orang tuanya yang jaman old, dan lebih memilih pembayaran cash less seperti memakai kartu kredit / debit, daripada pembayaran tunai.
Tantangan penyuluh jaman now lebih berat, kenapa? dalam penyampaian dakwah harus mengikuti kemajuan jaman baik dalam sisi konten, methode dan tempat,serta media syiar dakwah disesuaikan dengan maudu' atau sasaran dakwah / audience agar pesan tersampaikan dengan baik dan benar serta tujuan kepenyuluhan agama tercapai. Media penyiaran dakwah bisa menggunakan medsos seperti WA, FB, IG, twitter, line, dan lain-lainnya. Dan harus bisa lebih bervariasi dalam cara berkomunikasi dengan audience agar tidak bosan, harus up to date baik materi yang disampaikan serta punya karakter kuat sebagai pendakwah agar masyarakat lebih mengenal kita.
Salah satu sasaran dakwah penyuluh adalah remaja, sering kita mendengar tentang kenakalan remaja semakin hari, bulan dan tahun bukannya menurun, tapi...semakin menambah dan lebih bervariasi kenakalan yang dilakukan oleh remaja, yang sering membuat kita pusing dan geleng-geleng kepala.
Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak, dan belum bisa dikatakan sebagai orang dewasa, masih dalahalam proses pencarian jati diri, suka menabrak aturan yang berlaku di masyarakat, sering melakukan hal-hal yang diluar batas / hal aneh agar diakui ' eksistensinya' oleh teman-temannya sebagai orang yang berani atau hebat nekat meski itu salah ( kenakalan remaja ), remaja sering terlibat kasus sex pra nikah yang berakibat terpaksa melakukan pernikahan dini, kehamilan yang tidak diinginkan, dan berdampak pada aborsi, belum lagi kasus miras dan narkoba serta HIV/ AIDS, pelacuran dibawah umur dan trafficking, serta masih banyak lagi kasus-kasus lainnya.
Solusi penanganan kenakalan remaja harus smua lapisan ikut berpartisipasi baik orang tua, masyarakat, guru dan sekolah, pemerintah serta remaja itu sendiri. Agar remaja yang bermasalah itu bisa dirangkul dan dibina serta diarahkan ke program pembinaan remaja yang terintegrasi dan berkelanjutan kepada kegiatan yang positif seperti pramuka, olahraga, rohis, kesenian, sains, ide kreatif, paskibra, sesuai bakat dan minat serta kemampuan yang mereka miliki.
Maka, bukan suatu hal yang tidak mungkin jika semua elemen masyarakat yang ada bisa membantu mewujudkan potensi remaja kepada kegiatan yang positif dan berlomba-lomba dalam mencapai prestasi bisa menciptakan generasi masa depan yang cemerlang dan bisa bersaing dengan yang lain di tingkat dunia.
Maju Pemuda ku
Maju Bangsa ku
Siapa Kita ?
Indonesia


Semoga bermanfaat untuk mewarnai wawasan kita, aamiin!
BalasHapusTulisannya sudah bagus tapi perlu sentuhan khusus agar lebih seger membacanya
BalasHapusBaik, terima kasih atas sarannya.
BalasHapusMantap, permulaan yang menggairahkan
BalasHapusBaik, nuhun pak aji. Smg bisa lebih baik lagi dan bisa spt pak aji...dah pakar. Aamiin 😁
BalasHapus